Aksi Mahasiswa di DPRD Palopo Ricuh, Fasilitas Rusak dan Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Berita, Peristiwa199 Dilihat
banner 468x60

Palopo – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Barisan Dari Rakyat di depan Gedung DPRD Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Senin (01/09/2025) berujung ricuh.

Demonstrasi yang awalnya berlangsung untuk menyampaikan aspirasi, berubah menjadi bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian.

banner 1100x250

Kericuhan pecah sekitar pukul 16.00 WITA ketika mahasiswa berupaya merangsek masuk ke ruang paripurna DPRD di Kelurahan Rampoang, Kecamatan Wara Utara.

Aparat yang menjaga pagar pengamanan tak mampu menahan derasnya dorongan massa. Sesampainya di dalam gedung, mahasiswa melampiaskan kemarahan dengan membanting meja dan kursi, mencorat-coret dinding dengan tulisan bernada sindiran, serta merusak sejumlah fasilitas.

Tak hanya itu, kaca-kaca di bagian depan gedung pecah akibat lemparan batu. Situasi makin tegang ketika polisi menembakkan gas air mata sebanyak lima kali untuk membubarkan massa. Meski demikian, aksi saling lempar batu antara mahasiswa dan aparat tetap terjadi hingga halaman gedung dipenuhi pecahan kaca dan batu.

Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin atau akrab disapa Ome, turun langsung memantau jalannya aksi. Ia menyayangkan terjadinya kericuhan dalam penyampaian aspirasi mahasiswa.

“Kehadiran saya di sini untuk mendengarkan aspirasi, tetapi situasi berubah menjadi chaos. Pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan tuntutan, namun sebaiknya dilakukan secara damai dan persuasif,” ujarnya.

Menurut Ome, tindakan perusakan fasilitas publik tidak akan menyelesaikan masalah, justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa aspirasi tetap bisa disampaikan tanpa harus merusak sarana umum.

Sementara itu, Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma mengingatkan jajarannya agar tidak terpancing emosi menghadapi massa.

“Kendalikan diri, itu adik-adik kalian,” serunya di tengah situasi tegang. Ia memastikan pelaku perusakan gedung DPRD akan diburu dan diproses hukum.

Kericuhan juga sempat meluas ke luar gedung. Aparat TNI diterjunkan untuk meredam ketegangan dari dua arah, baik dari mahasiswa maupun kelompok masyarakat. Bentrokan disebut kian memanas akibat adanya dugaan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hingga menjelang petang, massa aksi masih bertahan di sekitar gedung DPRD. Mereka baru membubarkan diri sekitar pukul 17.58 WITA setelah situasi berangsur kondusif dengan pengawasan ketat aparat kepolisian dan pemerintah daerah.

banner 1100x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *