PALOPO – Pemerintah Kota Palopo meresmikan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Niskala Cinta Bangsa di Kecamatan Wara Selatan, Minggu (7/9/2025).
Program ini menjadi yang pertama di Tana Luwu dan diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkot Palopo, Drs. Taufik Gurrahman, M.Si, yang hadir mewakili Wali Kota. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD Palopo, sejumlah kepala OPD, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan apresiasi Wali Kota Palopo atas inisiatif ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak agar program MBG berjalan sukses. Ia juga menekankan bahwa makanan yang disajikan harus sesuai standar gizi, higienis, dan berkualitas, sehingga benar-benar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan pelajar.
“Tujuan utama program ini adalah memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang layak. Kita ingin setiap anak sekolah terjamin mutunya, dengan standar operasional yang jelas, tenaga kerja lokal yang diberdayakan, serta jaminan kesehatan bagi para pekerja,” ujar Taufik.
Penanggung jawab MBG Wara Selatan sekaligus anggota DPRD Palopo, Hj. Eliniang, S.E., menjelaskan bahwa dapur ini disiapkan untuk melayani sekitar tiga ribu pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Wara Selatan. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah bersama Badan Gizi Nasional dan mitra-mitra lainnya dalam menyediakan pangan sehat, aman, dan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami percaya gizi yang baik adalah fondasi lahirnya generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” kata Eliniang.
Dapur MBG ini melibatkan puluhan warga setempat sebagai juru masak, dengan dukungan tim khusus yang bertugas memastikan kualitas gizi dan kebersihan makanan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mendukung ketahanan pangan dengan menanam kebutuhan pokok seperti cabai dan tomat.
Dengan adanya program ini, Pemkot Palopo berharap angka stunting dapat ditekan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.








