Polisi Lamban Tangani Kasus Pelecehan dan Pencurian di Palopo, Mahasiswa Minta Kapolres dan Kasat Reskrim Mundur

Berita, Daerah, Peristiwa82 Dilihat
banner 468x60

PALOPO – Penanganan kasus pelecehan dan pencurian yang menimpa seorang wanita berinisial NF (25) di Palopo menuai kritik tajam. Lebih dari sebulan berlalu, pelaku belum juga berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, memicu kemarahan publik dan desakan agar Kapolres Palopo serta Kasat Reskrim mundur dari jabatannya.

Kritik keras ini salah satunya datang dari Ketua Himpunan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara (HIKMALUTRA), Tandi Bali. Menurut Tandi, lambannya penanganan kasus ini menunjukkan ketidakseriusan polisi dan seolah “melanggengkan pelanggaran hukum” di Kota Palopo.

banner 1100x250

“Pihak kepolisian tidak betul-betul serius dalam mengawal dan menangkap pelaku,” ujar Tandi Bali, Kamis (11/09/2025).

Ia menambahkan, kekecewaan ini semakin memuncak lantaran Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, sebelumnya telah berjanji akan memprioritaskan kasus ini. Namun, hingga saat ini, korban mengaku belum ada perkembangan signifikan.

“Kapolres menyampaikan bahwa pihak kepolisian memprioritaskan kasus tersebut hingga satu minggu ke depan. Tapi, per hari ini sudah dua minggu dan tidak ada langkah konkret,” tegas Tandi.

Kasus yang terjadi pada 16 Agustus lalu ini sempat viral di media sosial. Korban, NF, dilecehkan dan barang-barangnya, seperti ponsel dan tabung gas, dicuri di kamar kosnya di Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara. Aksi pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV.

Korban mengaku sudah empat kali memberikan keterangan kepada penyidik, namun pelaku tak kunjung ditangkap. NF berharap pelaku segera diringkus agar tidak ada korban lain.

Sebelumnya, Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, sempat mengeluarkan pernyataan keras terkait kasus ini. Pada 26 Agustus lalu, ia bahkan mengancam akan mengganti Kasat Reskrim jika tidak mampu mengungkap kasus tersebut.

“Saya sudah sampaikan Reskrim untuk mengerahkan semua kemampuan yang ada. Kalau Resmob tidak mampu, saya ganti,” ujar Dedi saat itu.

banner 1100x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *